Apa kabarnya ibu-ibu muda yang cerdas jika kalian merasa Bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja berarti kita senasib.entahlah mungkin harus ada sesuatu yang baru ya ..yang harus kita pelajari atau Mulai lakukan. kalau berbisnis kita harus punya modal besar, terus harus rela Membagi waktu kita antara bisnis dan keluarga.lantas apa ya.. kira-kira sesuatu yg bisa kita lakukan untuk mengisi waktu pokoknya hal itu bermanfaat, yg terpenting kita tidak perlu keluar rumah. Sebenarnya saya Sempat berpikir untuk belajar mendesain baju yah kalau tidak dijual juga tidak apa-apa,lumayan aja sich kalau kita mau pergi ke undangan terkadang kita itu suka membutuhkan baju atau menginginkan busana yang berbeda dari biasa orang pakai. Nah kalau kita membeli di sebuah toko pakaian pastilah mereka membuat yang serupa sehingga ketika kita memakainya di acara undangan eh orang lain juga ikut memakai gaun yg mirip dg yg kita pakai alhasil Wakwaw jadinya nggak pede gimana gitu. kepikiran sih apa sebaiknya kita belajar mendesain baju kira-kira susah gak ya belajarnya. kalau lihat di TV sepertinya membuat rancangan busana itu sangat mudah Tinggal gambar atau bikin sketsa terus udah dech jadi bajunya. Bikin penasaran aja. Momyes syantik... Bagaimana kalau kita mencoba mendesain baju??untuk diri sendiri dulu atau gini dech gini yg gampang dulu kalau kita mau membuat taplak meja bagaimana???? Apa...susah yaaa udah dech kita buat keset...ya betul kita pasti sangat membutuhkan keset kalau kita selesai dari kamar mandi bukankah kita membutuhkan keset untuk mengelap kaki ya ya ya betul desain pertama kita adalah keset.. kalau kasetnya terlalu bagus gimana bukankah kita nanti sayang untuk menginjaknya tapi kalau membuat keset saja bagus Artinya kita sudah berhasil menjadi designer betul Apa betul ???jadi nggak sabar nih pengen membuat keset cantik anti tumpah taramm ide awal seorang designer untuk membuat keset telah ter cetus Bukankah ini ide yang sangat brilian? Menurutku ya ini ide yang sangat istimewa. Nahh langkah awal yg kita lakukan sekarang apa dulu yaa...yupss..MAKAN..karena designer memerlukan maaakaaan😁😁😁😁😁terimakasih terimakasih karena anda sudah sudi membaca curhatan ibuk ibuk yg lg laperrr
Rabu, 29 Maret 2017
Selasa, 28 Maret 2017
Oleh oleh manja
Sore ini cerah ya sayang Bisikku kepadanya, dia menimpali Iya ya sayang secerah wajahmu. Sambil tersipu malu ku kibas kerudungku. Sore-sore begini biasanya aku dan suamiku sambil menikmati kiriman angin sepoi-sepoi dari arah pepohonan cengkeh di samping rumah kami memang biasa melakukan rutinitas seperti ini, ala ala anak ABG dia selalu cari cari Kesempatan Dalam kesempitan ekhh maksudnya dia suka bersandar manja di pundakku.
Kata orang menikah muda itu sangat menyenangkan meski sudah tua tetap romantis karena menjalin kasih disaat cinta menggebu-gebu. Kalau dirasa-rasa memang iya juga sih Itulah sebabnya aku memilih menikah di usia belia. Selain untuk menyelamatkan agamaku pilihan itu sengaja kubuat untuk keselamatan cita-citaku. Memang Apa hubungannya menikah muda dengan cita-cita? Tentu saja ada hehehe setelah menikah seorang wanita akan memiliki tujuan yang lebih jelas untuk kehidupannya. Di awal pernikahan memang banyak sekali hal-hal yang masih harus disesuaikan karena rasanya seperti bertemu Abang di waktu gede, Iya lah kebiasaannya denganku sangat berbeda seperti timur dan barat Aku suka asin dia suka manis aku senang menyendiri dia malah senang ramai. Tapi semua itu Bukan Halangan untuk menjalin kasih dalam pernikahan, kata orang itu adalah bumbu tapi kataku itu adalah suplemen, Mengapa demikian terang saja semua itu membuat ikatan suami dan istri menjadi lebih kuat.
Sebenarnya kami belum lama saling mengenal semuanya begitu singkat sampai tanggal pernikahan itu, namun tekad ku sudah bulat untuk mengejar cita-cita dan mewujudkan nya di usia muda Itulah sebabnya aku memutuskan untuk cepat menikah. Kami memiliki tekad yang sama kuat untuk menjadi orang yang sukses Mandiri dan banyak manfaat. bagiku itu kesamaan yang bisa menjadi pondasi dalam rumah tangga kami, walau masih banyak perbedaan yang lain di antara kami.
Maka kala senja seperti ini tak bisa kami lewatkan untuk saling bercengkerama berbagi cerita dan membuat canda tawa yang renyah. Sebenarnya aku ini orang yang dingin namun setelah menikah aku sedikit demi sedikit menjadi orang yang humoris, itu karena aku ketularan dari dia bahkan kata orang Wajah kami pun semakin lama semakin mirip hahaha. Apa benar kalau orang yang sudah menikah itu kemistri nya akan membuat wajah mereka menjadi mirip? Ah menurutku biasa saja tapi mungkin ada benarnya juga. 1 hal yang sering membuatku gemas dia dengan spontan sering memberiku hadiah, hadiah dari nya berbentuk sesuatu yang lucu dia suka mengirimiku makanan. Pernah suatu ketika saat dia hendak pulang ke rumah kira-kira 20 menit sampai di rumah, dia meneleponku dan bertanya mau dibawakan oleh oleh apa lalu aku jawab aku ingin dibawakan yang manis-manis, dengan nada agak bingung dia pun bertanya Maksudnya apa yang manis-manis apa? Jawabku agak Kesal ya pokoknya yang manis-manis gitu...apapun
Lalu dia jawab Oke oke tunggu ya
Di benakku sudah tercium aroma kue-kue yang lezat yang rasanya manis dan sangat menggugah selera. Pikirku dia akan membelikanku sepotong kue kecil yang bentuknya sangat romantis. Ah Tak sabar rasanya ingin segera dia sampai. Dan akhirnya dia pun tiba di rumah dengan nada girang aku menyambutnya lalu aku lihat bungkusan kecil yang terselip di motornya. Kataku dalam hati pasti kue itu .
Lalu dia turun dari motor sambil memegang bungkusan itu dengan wajah polos sambil mengedipkan mata dia berikan kepadaku. Saat aku membukanya Betapa terkejutnya aku Sungguh diluar dari apa yang kubayangkan isinya adalah sebutir pepaya.
Sontak saja aku bertanya tegas kepadanya, kok pepaya?
Lalu jawabnya lirih kan mau yang manis manis, yaaa pepaya itu kan rasanya manis.
Aku menambahkan pernyataanku yang belum ku selesaikan tadi. Emangnya kamu pengen aku BAB nya lancar gituuu..kataku agak ngambek, kemaren bawa pisang hari ini pepaya, maksud kamu apa???lalu aku pergi ke kamar dan menutupnya.
Lalu ia sambil senyum senyum membuka pegangan pintu bergumam, makanya minta oleh oleh itu yang jelas jangan pakai kode lebay.
Tetap saja aku merajuk manja, karena dia tak memahamiku.
Namun waktu berselang semua kenangan itu menjadi sangat indah. Dimoment senja seperti inilah hal seperti itu sering kami bahas...
Bagaimana dengan pasangan yang lain, apakah mengalaminya juga????
Salam😊😊
Minggu, 26 Maret 2017
Tiba-tiba yatimpiatu
Mungkin usianya masih sekitar 11 tahun saat ini dia duduk di kelas 5 Sekolah Dasar pada awalnya kehidupannya sangat baik semua yang diinginkannya terpenuhi namun saat peristiwa itu kehidupannya berubah. tidak ada lagi pelayanan tidak ada lagi pelukan kasih sayang tidak ada lagi Senyum Dan canda yang pernah dirasakan hangat sebelumnya. anak itu memiliki seorang adik perempuan yang lucu adiknya sangat manja semenjak peristiwa itu anak perempuan ini lebih manja, setiap pagi rambutnya harus dikepang terlebih dahulu oleh sang kakak sebelum dia keluar rumah, kebiasaannya adalah meminum susu sebelum tidur. semenjak peristiwa Itu Kakaknya lah yang menyiapkan segalanya nyaris mereka hanya hidup seperti seekor burung yang kehilangan induknya. Mereka memiliki rumah yang sudah sangat tua warisan dari orang tuanya bukan tidak punya keluarga tetapi kedua anak kecil ini hidup jauh dari keluarga besarnya, dahulu ayah dan ibu mereka merantau kemudian menetap di desa tersebut
sore itu kedua orang tua sang anak berpamitan kepada anak tertuanya bahwa mereka akan membeli baju seragam sekolah yang baru untuk anak-anaknya namun Saat itu cuaca sedang tidak bersahabat hujan angin sangat kencang, suara guntur menggelegar Hal itulah yang membuat kedua orang tua ini tidak mengajak mereka. sore menjelang, malam pun datang ketika tengah malam kedua anak ini pun gelisah Mengapa kedua orang tua kami belum datang juga. Adik perempuannya menangis karena ingin minum susu sebelum tidur kemudian sang kakak tiba-tiba muncul naluri yang belum pernah ia miliki Sebelumnya. dia menggendong adik dan meninabobokannya lalu diberikan segelas susu. kemudian sang adik tertidur. tengah malam sang kakak bermimpi, mimpi yang sangat aneh belum pernah dia bermimpi seperti itu sebelumnya.
Di dalam mimpi orang tuanya memanggil dengan Melambaikan tangannya sambil mengusap air mata. Sontak saja anak laki-laki ini terperanjat dari tidurnya, dia keheranan Apa makna dari mimpinya itu. Jantungnya berdegup kencang air matanya tak terbendung lagi dia menangis sejadi-jadinya. " ayah... ibu... Di mana kalian Mengapa kalian belum datang.
Adik perempuannya pun terbangun dari tidur Kemudian tangannya yang mungil menghapus air mata sang kakak. Dipeluknya erat sang adik sambil membuka jendela tatapan mata kosong yang terlempar jauh, mulut kecilnya bergumam, ibuuu
Dua hari berselang seorang petugas desa yang memakai seragam rapi datang ke rumah mereka.
Terlihat betul dari wajahnya petugas itu sulit berkata-kata. Sesuatu yang harus segera dia sampaikan namun begitu sulit, bibirnya Kelu. Matanya berlinang pipinya memerah menahan sedih dipeluknya erat kedua beradik itu.
Nak...kuatkan dirimu😔😔tadi pagi warga menemukan kedua orang tuamu tergeletak dijalan menuju desa tetangga, mereka mengalami kecelakaan.
Menangislah sejadi-jadinya kedua anak yatimpiatu itu, semua tanggungjawab kini berada dipundak bocah belia 11 tahun yang banyak mengerti arti hidup.
Betapa kita tidak akan pernah diberitahu kapan ajal itu tiba😐😐
Minggu, 12 Maret 2017
Om telolet om
Teramat terik siang ini bocah kecil tanpa alas kaki itu dengan setia menunggu dibahu jalan tak jauh dari kediamannya. Dengan kemeja usang dan celana panjang yg telah dipotong dari bagian lututnya nampak penuh harap. Tatapan matanya yg sendu namun mengisyaratkan ketegaran ditengah kerinduan pada sang ibu membuat terharu sesiapa yg mengenalnya. Kim kim teriak pria sepuh dari balik warung kopi sudah jangan terlalu lama menunggu disitu mari duduk dekat kakek sini. Kakek nya kim memanggil, dia merasa kasihan pada cucu semata wayangnya semenjak usia tujuh bulan ibunya merantau kenegeri tetangg a hingga kini usia kim sudah 10 tahun tetap belum bisa bertemu dengan sang ibu. Terlalu besar rasa rindu itu sampai tak terbendung lagi, bayangkan saja tak ada sehelai fotopun yg bisa membuatnya tentram menghapus keinginannya untuk bertemu orang yg memberi kesempatan lahir kedunia ini. Hari-hari kim hanya mencurahkan kasih sayangnya pada sang kakek sementara ayah yg diharapkan bisa melindungi malah meninggalkannya saat kim berusia 5 bulan dalam kandungan. Oleh sebab itulah sang ibu terpaksa mencari nafkah dengan menempuh jarak yg jauh.
Nama panjangnya adalah hakim sengaja nama itu dipilih agar kelak ia bisa menjadi orang besar yg bijaksana serta adil.
Semenjak bekerja keluar negeri ibu kim tidak pernah memberi kabar sama sekali entah masih hidup atau tiada, kesulitan yg dialami keluarga kim menjadi penyumbang alasan mereka tidak bisa mencari tahu keberadaanya. Hanya sesekali sang kakek menjawab manakala kim bertanya saat kondisinya tidak sehat akibat rasa rindu yg menderanya bahwa ibumu kim akan pulang kerumah menggunakan bis besar begitu ujar kakek.
Itulah sebabnya kim seringkali menghabiskan waktu ditepi jalan berharao besar seorang wanita turun daru bis itu lalu memeluk dan mencium kim serta tidak akan pernah meninggalkannya lagi. Sampai suatu ketika kim melihat sekumpulan orang dikampungnya gaduh sambil berteriak ommm telolet ommm, dengan kepolosan kim fikir itu adalah cara seseorang utuk meminta bis berhenti lalu dia bisa mencari ibunya didalam, dia takut ibunya ketiduran dan bisa terbawa jauh oleh pak supir.
Memang kim hanyalah bocah belia yg belum tau apa-apa, setiap kali dia berteriak ommm telolet ommm pak supir terkadang hanya membunyikan suara klaksound saja, saat orang lain tertawa mendengarnya kim malah kecewa karena apa yg diharapkannya tidak juga berbuah manis.
Sampai kapan kim menunggu...
Tubuh kecil kim teramat letih menunggu...
Wahai sang ibu...pulanglah...
Kutunggu jodohku sampai batas waktu
Cemburu aku pada sepasang burung itu mereka saling membersihkan sisa makanan yg menempel pada paruh. Walaupun mereka tidak punya tempat tinggal tetap tapi mereka memiliki pasangan. Sesaat aku menghela nafas sambil menyandarkan punggungku pada bangku taman yg ada diseberang jalan. Aku memang senang berlari pagi menyusuri jalan yg masih lengang sambil melepaskan pandangan jauh kearah bukit sebelah matahari terbit. Sesekali ku tengok kanan dan kiri kadang kulontarkan senyuman hangat pada pahlawan pembersih jalanan. Bahkan jika tidak sedang sibuk dengan rutinitasku ditempat bekerja pastilah aku melangkah hingga jari kaki meringis kepedihan, barulah aku tahu kalau dia minta istirahat.
Dan kali ini bangku taman yg usianya sudah senjalah kupilih untuk merehatkan diri sejenak. Aku sudah tidak muda lagi kadang ku berfikir apa akulah yg terlalu memasang target melebihi kemampuanku, atau memang tidak ada jodoh untukku didunia ini. Walau sering terbesit kalau aku harus segera menikah agar usiaku saat mengurus anak-anak nanti tidak terlalu tua, namun lagi-lagi bayangan kelam delapan tahun lalu sering kali berbisik menghantui. Bukan tanpa ikhtiar sebenarnya aku pernah bertaaruf dengan seorang ikhwan yg kukenal melalui saudara sepupuku. Awalnya aku ragu menerimanya karena dia bukan tipeku. Dia pria yang tinggi dan kurus namun tubuhnya tegap terlihat sangat gagah, orang tuanya yg sudah sepuh mewariskan bisnis transportasi padanya sehingga setiap hari rutinitas diapun agak padat.
Keluargaku yg telah lama mengharap aku segera menikah terlampau senang dan mendorong agar tanggal pernikahan dipercepat. Perhatiannya penuh cintanya terasa begitu manis dan janji-janjinya meyakinkan.
Akhirnya bulat sudah keyakinanku untuk dipinangnya, tanggal cantik itu mahar indah itu gaun pengantin itu kartu undangan itu yg membuatku tak tidur bermalam-malam hingga kini masih hangat dalam pikiranku dan pasti tangisku pecah mana kala mengenangnya. Betapa tidak sehari sebelum hari perjanjian agung itu dia baru menyampaikan kabar yg mengejutkan seluruh keluarga besarku. Rasanya badai baru saja datang turun tepat diatap rumah kami, disaat janur kuning telah dipasang, surat undangan telah sampai ketangan mereka. Dia baru mengabari bahwa dia telah menikah sebelumnya dan mantan istrinya ingin kembali. Saat mendengar kabar yg langsung keluar dari mulutnya sendiri itulah aku tertegun lama dan tak berkedip. Apa ini nyata? Aku tidak sedang bermimpi? Mengapa baru sekarang kau memberitahuku? Apa niatmu baik padaku?
Diapun terdiam bisu ragu-ragu memberi alasan percuma yg pasti tak kan ku dengarkan lagi. Namun kata terakhirnya maafkan aku sebenarnya aku sakit hati ditinggal oleh istri yg amat ku cintai namun kini dia sudah insaf dan ingin kembali. Sudah cukup kataku dalam hati ini cukup sampai disini. Cukup sudah aku masih harus menanti jodohku sampai batas waktu ....