Minggu, 12 Maret 2017

Om telolet om

Teramat terik siang ini bocah kecil tanpa alas kaki itu dengan setia menunggu dibahu jalan tak jauh dari kediamannya. Dengan kemeja usang dan celana panjang yg telah dipotong dari bagian lututnya nampak penuh harap. Tatapan matanya yg sendu namun mengisyaratkan ketegaran ditengah kerinduan pada sang ibu membuat terharu sesiapa yg mengenalnya. Kim kim teriak pria sepuh dari balik warung kopi sudah jangan terlalu lama menunggu disitu mari duduk dekat kakek sini. Kakek nya kim memanggil, dia merasa kasihan pada cucu semata wayangnya semenjak usia tujuh bulan ibunya merantau kenegeri tetangg a hingga kini usia kim sudah 10 tahun tetap belum bisa bertemu dengan sang ibu. Terlalu besar rasa rindu itu sampai tak terbendung lagi, bayangkan saja tak ada sehelai fotopun yg bisa membuatnya tentram menghapus keinginannya untuk bertemu orang yg memberi kesempatan lahir kedunia ini. Hari-hari kim hanya mencurahkan kasih sayangnya pada sang kakek sementara ayah yg diharapkan bisa melindungi malah meninggalkannya saat kim berusia 5 bulan dalam kandungan. Oleh sebab itulah sang ibu terpaksa mencari nafkah dengan menempuh jarak yg jauh.
Nama panjangnya adalah hakim sengaja nama itu dipilih agar kelak ia bisa menjadi orang besar yg bijaksana serta adil.
Semenjak bekerja keluar negeri ibu kim tidak pernah memberi kabar sama sekali entah masih hidup atau tiada, kesulitan yg dialami keluarga kim menjadi penyumbang alasan mereka tidak bisa mencari tahu keberadaanya. Hanya sesekali sang kakek menjawab manakala kim bertanya saat kondisinya tidak sehat akibat rasa rindu yg menderanya bahwa ibumu kim akan pulang kerumah menggunakan bis besar begitu ujar kakek.   
Itulah sebabnya kim seringkali menghabiskan waktu ditepi jalan berharao besar seorang wanita turun daru bis itu lalu memeluk dan mencium kim serta tidak akan pernah meninggalkannya lagi. Sampai suatu ketika kim melihat sekumpulan orang dikampungnya gaduh sambil berteriak ommm telolet ommm, dengan kepolosan kim fikir itu adalah cara seseorang utuk meminta bis berhenti lalu dia bisa mencari ibunya didalam, dia takut ibunya ketiduran dan bisa terbawa jauh oleh pak supir.
Memang kim hanyalah bocah belia yg belum tau apa-apa,  setiap kali dia berteriak ommm telolet ommm pak supir terkadang hanya membunyikan suara klaksound saja, saat orang lain tertawa mendengarnya kim malah kecewa karena apa yg diharapkannya tidak juga berbuah manis.

Sampai kapan kim menunggu...
Tubuh kecil kim teramat letih menunggu...
Wahai sang ibu...pulanglah...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar